Perkembangan sastra dan budaya baca tulis di lembaga pendidikan pesantren terkesan jalan di tempat, bahkan bisa dikatakan mandek. Akibatnya, hingga saat ini tidak banyak karya satra atau karya tulis yang bisa dihasilkan dari kalangan pondok pesantren.
“Pesantren saat ini memang sepi karya tulis. Hal itu terjadi karena kurang adanya keteladanan. Kiainya saja malas
mengarang kitab atau terlalu sibuk kegitan diluar, bagaimana santrinya bisa nulis,” ujar budayawan Ahmad Thohari saat berbicara dalam acara seminar ‘Sastra dalam Budaya Pesantren’ di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Rabu (9/12). more…
