Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan:
“Mari kita syiarkan dan meriahkan maulid Nabi SAW dimanapun”
Tiada malam tanpa Maulid, itulah kesan yang kita dapatkan di kota Pekalongan pada hari-hari dan bulan pasca pelaksanakan Maulid Akbar di Kanzus Sholawat yang rutin dilaksanakan pada hari Rabu awal bulan Robiul Tsani, tepatnya setelah pelaksanaan Maulid di Makam Luar Batang Jakarta. Dalam setiap kegiatannya dihadiri ribuan pengunjung yang datang hampir dari semua elemen masyarakat kota Pekalongan dan sekitarnya. Ulama dari kalangan habaib, para kiai, TNI, POLRI, birokrat, rakyat bahkan etnis tionghoa dan tokoh agama ikut hadir dan tampil sepanggung di mimbar maulid.
” kalau ada yang usil dengan maulid, tahun depan kita adakan lagi yang lebih besar dan lebih meriah” Begitulah cara beliau melayani serangan orang-orang yang tidak suka dengan maulid yang populer dengan istilah GAM, kependekan dari Gerakan Anti Maulid. Lepas dari komunitas itu benar-benar ada atau tidak, serangan dari kelompok-kelompok yang anti maulid benar-benar gencar hingga masuk dalam mimbar-mimbar jum’at dan pengajian di beberapa masjid dan musholla.
Serangan yang sama dari mimbar dan pelaku yang sama juga dilakukan pada kegiatan-kegiatan ritual tradisional yang banyak dijalani oleh warga nahdliyyin seperti tahlil, manakib, ziarah, nariah dan sebagainya. Tidak jarang dari media-media yang mereka punyai kegiatan-kegiatan itu tidak sekedar mendapat label bid’ah akan tetapi sudah sampai label kufur dan syirik.
” mengislamkan seorang saja setengah mati, mereka malah mengkafirkan orang-orang yang sudah islam seenaknya.” Kalimat yang sering beliau sampaikan ini mestinya cukup telak untuk menjadi renungan mereka-mereka yang hendak mencari ridho Alloh SWT.
Repotnya mereka menyerang kegiatan maulid bukan karena mencari ridho Alloh Atau kebenaran, akan tetapi semangat kebencian dan kecemburuan yang telah merasuk. Kalau mereka hendak mencari kebenaran, mereka tinggal membuka buku-buku atau kitab-kitab yang telah disusun oleh para ulama yang memaparkan dalil-dalil naqli maupun aqli seputar tradisi yang berjalan di kalangan Nahdliyyin. Cukup banyak buku-buku yang mengupas tentang maulid dan sebagainya beredar di toko-toko, dari yang asli berbahasa arab sampai terjamah dua bahasa Indonesia dan jawa.
Makanya sangat tepat jawaban yang diberikan maulana Al-Habib atas serangan dari mereka. Bukan pakai dalil karena mereka tidak mengerti sumber-sumber dalil selain dari buku-buku gedrik yang sudah disalin dalam bahasa Indonesia.
Nampaknya jawaban yang seperti beliau berikan sangat mengena dan meresap di masyarakat dengan bukti kian bertambah dan meriahnya kegiatan-kegiatan maulid baik yang dari rangkaian Kanzus ataupun lainnya. Kalau dulu rangkaian maulid yang dari Kanzus Sholawat hanya 60 tempat, tahun ini putarannya menjadi 72 tempat. Semakin nyaring mereka menghujat dan menggempur, kegiatan maulid semakin semangat dan makmur. Kiranya sudah saatnya kita warga Nahdhiyyin bersatu dari habaib maupun ahwal menghidupkan dan mensyiarkan kegiatan-kegiatan seperti itu tanpa harus melihat dari kelompok mana atau
siapa penyelenggaranya. Seperti ajakan yang disampaikan Abah pada saat maulid Nabi di tempat H Abas, Simbang Wetan yang Pelaksanaanya hari Jum’at, 22 mei 2009 M.
( Oby Oewais)
Klik disini Untuk mendownload lengkap jadwal kegiatan Maulid Nabi SAW

Assalamualaikum…,Sholu ‘Alannabiy..
Wa’alikum salam……..shollu alaih
[...] pendidikan yang diselenggarakan Pemkot, salah satunya adalah Pameran Buku Murah yang diadakan …» Blog Archive » Syiar Maulid Oleh Habib Luthfi PekalonganTiada malam tanpa Maulid, itulah kesan yang kita dapatkan di kota Pekalongan pada hari-hari dan [...]
salah satu solusi yang bisa mengeluarkan masyarakat indonesia dari berbagai bencana saat ini adalah “SYAFAAT ROSULULLOH” oleh karenanya maulid nabi harus dimakmurkan kembali….biar orang yang tidak suka jangan kita hiraukan..karena sebetulnya mereka belum mengerti akan arti syafaat ROSUL….”HIDUPKAN TERUS MAULID NABI DI SELURUH PENJURU NEGERI INI” saya yaqin pertolongan ALLOH akan turun dengan mengangkat berbagai bencana dan musibah yang sering terjadi di negeri ini dengan sendirinya….wassalam “ALLOHUMMA SOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA AALIH” salam takzim dari saya murid Abah di Bandung..