Pesantren Minim Karya TuliS

santri menulisPerkembangan sastra dan budaya baca tulis di lembaga pendidikan pesantren terkesan jalan di tempat, bahkan bisa dikatakan mandek. Akibatnya, hingga saat ini tidak banyak karya satra atau karya tulis yang bisa dihasilkan dari kalangan pondok pesantren.

“Pesantren saat ini memang sepi karya tulis. Hal itu terjadi karena kurang adanya keteladanan. Kiainya saja malas
mengarang kitab atau terlalu sibuk kegitan diluar, bagaimana santrinya bisa nulis,” ujar budayawan Ahmad Thohari saat berbicara dalam acara seminar ‘Sastra dalam Budaya Pesantren’ di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Rabu (9/12). more…

POSYANKES (Pos Pelayanan Kesehatan)

dokter santriPos Pelayanan Kesehatan Al Mubarok (Posyankes) dibuka gratis untuk 10 orang pendaftar pertama bagi masyarakat sekitar kelurahan Medono dan Kota Pekalongan pada umumnya.

Posyankes itu sendiri didirikan Ponpes Al Mubarok melalui kerja sama Dinas Kesehatan (Dinkes) Pekalongan, dan beroperasi sejak tanggal 6 Desember 2009 lalu.

Pengasuh Ponpes Al Mubarok, mengatakan, untuk meningkatkan kesehatan bagi warga sekitar Pesantren, Kelurahan medono, serta masyarakat kota Pekalongan pada umumnya Posyankes ini didirikan sekaligus sebagai peranan Pesantren dalam ikut menyehatkan masyarakat . more…

Mengenal Thoriqoh

Habib Lutfi: “Thoriqoh bukan hanya dzikir gelang-geleng kepala”
Masih banyak masyarakat kita yang belum memahami Thoriqoh, baik yang sudah masuk dalam arti telah mengambil dari salah satu macam aliran thoriqoh terlebih yang belum. Hal itu dipahami betul Oleh Rois ‘am Idaroh Aliyah jamiyyah ahlit thoriqoh Al-Mu’tabaroh Annahdliyyah, Maulana Al-Habib Muhammad luthfi bin Yahya. Kebanyakan dari mereka memahami thoriqoh hanya sebatas dzikir dan gelang-geleng kepala tanpa memahami ma’na dan maksud dari thoriqoh. Sehingga mereka mempersepsikan thoriqoh hanya sebagai sebuah rangkaian wirid tertentu yang diterima melalui cara tertentu. Seolah toriqoh jauh dari korelasinya dengan pengamalan syari’ah terlebih korelasinya dengan aspek sosial.
Sementara sebagian memahami thoriqoh sebangun dengan tashawuf yang sebagaimana digambarkan oleh Aljunaidy maupun Albusthomy dan Al-Ghozaly. Kritik dan cemooh dari kelompok ini terhadap pengamal thoriqoh sering kali nyaring terdengar. Ini disebabkan oleh karena pemahaman mereka bahwa thoriqoh adalah tashowuf kemudian mereka kaitkan dengan kata-kata Aljunaidy: Thoriqoh kita ini hanya bisa dimasuki (baca: diikuti) oleh orang-orang yang sudah luas pemahaman agamanya (tabahhur fis syariah) more…

Syiar Maulid Oleh Habib Luthfi Pekalongan

dscf2813Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan:
“Mari kita syiarkan dan meriahkan maulid Nabi SAW dimanapun”
Tiada malam tanpa Maulid, itulah kesan yang kita dapatkan di kota Pekalongan pada hari-hari dan bulan pasca pelaksanakan Maulid Akbar di Kanzus Sholawat yang rutin dilaksanakan pada hari Rabu awal bulan Robiul Tsani, tepatnya setelah pelaksanaan Maulid di Makam Luar Batang more…

Maulid Nabi Bersama Hb. Luthfi, TNI, POLRI, Tokoh dan Masyarakat Se Pekalongan

Abah, bersama habaib 3 serangkaiHabib Luthfi: Ajak hormati Presiden sebagai Kepala negara
Pesan itu disampaikan beliau pada acara maulid Nabi yang dilaksanakan di PP Almubarok hari jum’at mlm Sabtu 24 Mei 2009 M. ” bagaimana mungkin orang lain akan menghormati Kepala negara kita kalau kita sendiri tidak bisa menghormati beliau. Siapapun yang pernah memimpin negara ini beliau adalah bapak kita harus kita hormati” Salah satu bentuk penghormatan itu -masih menurut beliau- kita jangan memanggil atau menyebut mereka hanya dengan namanya saja, more…