Archive for » 2008 «

Guru mengantri

Suatu hal yang yang biasa bila kita melihat fenomena ANTRI di negeri ini, dari mengantri minyak, antri di loket-loket pembayaran maupun antri ketika menerima BLT dll. namun antri yang satu ini bisa dibilang saru dan wagu. dikatakan saru dan wagu karna memang hal ini tidak selayaknya terjadi, Pasalnya tanggal 22-23 desember ini yang antri adalah guru-guru Madin, yang notabene adalah para kyai dan Asatidz yang biasanya duduk lesehan untuk mengajar agama. mereka mengantri untuk menerima dana kesejahteraan dari Pem.Kot pekalongan
tidak hanya antri yang terjadi disitu, tetapi juga harus sabar menunggu, mereka sudah mulai datang jam 08.00 WIB. sebagaimana yang tertera di surat edaran, namun pelayanan baru dimulai jam 10.30 WIB.

pesantren kebal terhadap zaman

Banyak kalangan melupakan bahwa Pesantren merupakan sentra sendi pendidikan di Indonesia bila ditilik dari masa silam, tidak sebatas itu pesantren juga telah Mengantar bangsa ini dari sebuah bangsa yang dijajah menjadi bangsa yang merdeka, bahkan ikut serta merasakan udara pengap ketika bangsa ini mengalami kritis dan krisis global ( baca : andil Tokoh-tokoh muslim dan para kyai pada masa penjajahan ).
Pesantren lebih dulu lahir sebelum waktunya bangsa ini mengenal apa yang sering kita sebut sebagai ” Sistem Pendidikan “atau bahkan “ Sistem Pendidikan Nasional “, dan bukan dengan kata menyesali, Pesantren pulalah yang paling pertama dilupakan bangsa ini dalam banyak hal dan dalam fase waktu yang lama sehingga Pesantren hanya mendapat gelar Sebagai “ Lembaga Pendidikan Terkuno “ saja, dimana orang mengenalnya ( karna kekunoanya itu ) sebagai pendidikan yang tertinggal dan dianggap tidak/kurang bermutu. Itu bisa kita tahu jika memang jeli menyimak sejarah, katakan tidak perlu terlalu jeli, cukup kita pintar membaca.
Namun demikian sebagai lembaga yang terlupakan dan jarang diperhatikan, hal ini tidak menjadikan lembaga terkuno ini putus asa ataupun mandek berkiprah, justru kondisi inilah yang menjadikan roh-roh pesantren berumur panjang dan semakin bisa mendiri, bisa kita katakan sebelum dipraktekanya otonomi daerah pesantren sudah menjadi lembaga otonom yang secara umum dikelola dan dibesarkan sendiri, kemudian yang menjadi daya tarik adalah budaya-budaya yang ada di pesantren mengakar kuat sampai sekarang dan harusnya dapat dijadikan sebagai kekayaan bangsa ini yang memang hanya mempunyai kekayaan budaya saja.

Bukan untuk disombongkan tapi cukup bisa dibanggakan bukan!!! Karna memang kita tidak dapat mengingkari bahwa sesuatu yang jarang kita sentuh justru kadang menjadi antik dan bernilai.

Training Membangun Website

Tanggal 16-17 Desember 2008 ini, di Pondok Pesantren Al Mubarok Pekalongan sedang diselenggarakan Training Membangun Website.  Sebetulnya, Ponpes Al Mubarok sudah mempunyai website sendiri sejak Mei 2008, akan tetapi, dikarenakan tidak ada pengelolaan yang memadai, website itu pun terlantar.

Atas kerjasama dengan Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Pekalongan, diundanglah Andy MSE dari Surakarta untuk memberikan training tentang membangun dan mengelola website secara mandiri.

training1

Training selama 2 hari ini diikuti oleh 7 santri, antara lain: Anam, Hatta, Irfan, Imam, Mujib, Izza, Rahman. Merekalah nantinya yang akan menjadi Tim Inti yang melanjutkan pengelolaan website Al Mubarok.