Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan:
“Mari kita syiarkan dan meriahkan maulid Nabi SAW dimanapun”
Tiada malam tanpa Maulid, itulah kesan yang kita dapatkan di kota Pekalongan pada hari-hari dan bulan pasca pelaksanakan Maulid Akbar di Kanzus Sholawat yang rutin dilaksanakan pada hari Rabu awal bulan Robiul Tsani, tepatnya setelah pelaksanaan Maulid di Makam Luar Batang Read the rest of this entry »
Habib Luthfi: Ajak hormati Presiden sebagai Kepala negara
Pesan itu disampaikan beliau pada acara maulid Nabi yang dilaksanakan di PP Almubarok hari jum’at mlm Sabtu 24 Mei 2009 M. ” bagaimana mungkin orang lain akan menghormati Kepala negara kita kalau kita sendiri tidak bisa menghormati beliau. Siapapun yang pernah memimpin negara ini beliau adalah bapak kita harus kita hormati” Salah satu bentuk penghormatan itu -masih menurut beliau- kita jangan memanggil atau menyebut mereka hanya dengan namanya saja, Read the rest of this entry »
Kediri - Boomingnya layanan situs jejaring sosial, seperti facebook, friendster maupun chatting untuk menjalin hubungan pertemanan diam-diam diawasi oleh ulama.
Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) mengharamkan pemanfaatan situs jejaring sosial secara berlebihan, seperti mencari Read the rest of this entry »




Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Al Mubarok, Medono Kota Pekalongan bantuan Departemen Kesehatan RI tadi pagi siap operasional, setelah secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Pekalongan H. Abu Almafachir.
Acara peresmian yang ditandai dengan pembukaan selubung papan nama Poskestren dan pengguntingan bunga melati disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dr. Dwi Heri, Rais syuriyah PCNU Kota Pekalongan KH. Musthofa Bakri, Camat Pekalongan Barat Drs. Munawir dan ratusan undangan lainnya berjalan dengan lancar. Read the rest of this entry »
Nama lengkap beliau Assyeikh Al-Imam Ibrohim bin Muhammad bin Ahmad Albajuri. sedang nama bajuri itu sendiri diambil dari kota kelahiranya, bajur sebagian menyebutnya Baijur dengan menggunakan huruf ya’ yang masih bagian wilayah mesir. Di situlah beliau lahir pada tahun 1198 H dan di situ pula beliau dibesarkan dalam asuhan dan bimbingan orang tuanya.
Dari ayahandanya beliau mendapatkan pendidikan dasar dan membaca Al-Qur’an dengan sempurna baik makhroj maupun tajwidnya. Pada tahun 1212 H dengan berbekal apa yang beliau dapatkan dari kampung Read the rest of this entry »
Biografi Muallifin
(ulama’ pengarang kitab-kitab populer)
di Pesantren Indonesia
1. : Abu Syuja’ Ahmad bin Husain bin Ahmad Al-Ashfihani (pengarang kitab Taqrib)
Beliau lahir pada tahun 433 H. di kota Ashfihan, salah satu kota penting di Iran yang banyak disinggahi ulama-ulama besar sehingga ilmu pengetahuan dan agama berkembang pesat. majlis-majlis ilmu dan madrasah banyak tersebar dan menelorkan pakar-pakar hampir dalam semua disipin ilmu. Salah satu dari mereka adalah beliau Al-Imam Ahmad bin Husein Al-Ashfihani atau lebih dikenal dengan Qodhi Abi Syuja’.
Dari tahun kelahiran beliau - seperti dinukil dari kitab tausyikh- kita tahu bahwa beliau lahir dan tumbuh pada era pesatnya perkembangan ilmu di dunia Islam. Di mana pada era ini pula bumi melahirkan seorang sosok yang hingga sekarang masih saja enggan untuk melahirkan kedua kalinya, adalah beliau Hujjatul Islam Al-Ghozali. Banyak karya-karya besar yang melegenda di dunia Islam hingga sekarang yang menjadi kontribusinya era ini. seperti halnya Ihya Ulumi Addin, Assyifa’ fihuquqil Musthofa maupun Attaqrib dan lain sebagainya. Read the rest of this entry »
Kata Orang Jawa : Desember artinya Udane deres, Bledege nyamber, kalo Januari artinya hujan sehari-hari, Betul nggak sie? wong pekalongan jawabe Co’e, tapi kayaknya kenyataanya emang begitu, apa buktinya hayo? kalo nodong tak ajak banjir-banjiran di kintong lho, atau kalo pengen lebih seru en bisa lebih menikmati kita bisa mandi bareng di sungai warna kebanggaan warga Pekalongan. ( ngikut perkataan Walkot Lho ). Sudah terlihat seru? kalo belum Ayo ke Al Mubarok, disini anda bisa menikmati nikmatnya sungai warna selama hujan deras. dapat dipastikan anda akan terhibur oleh ciblonan pengunjung dari mulai anak-anak hingga yang kekanak-kanakan dan anda tidak perlu takut tenggelam karna TIM SAR dan Perenang gaya batu sudah melebihi kuota
Pada awalnya seperti tidak mungkin mengerjakan sesuatu yang sifatnya dadakan tapi kenyataanya semua berjalan mulus karna memang tiada hal yang tidak mungkin dilaksanakan jika memang dibarengi dengan niat dan keinginan. Pengobatan gratis II dalam rangka perayaan HARLAH NU 83 yang dilaksanakan pada minggu 11 Januari 2009 kemarin yang dilaksanakan di Pon Pes Al Mubarok berjalan sesuai rencana. Antusiasme masyarakat memenuhi target maksimal yang direncanakan, hal tersebut dapat dilihat dari peserta yang berjumlah lebih dari 500 pasien.
Acara yang dimulai dari Jam 07.00-13.30 WIB. juga dihadiri oleh Walikota Pekalongan dr.basyir Ahmad yang pada kesempatan ini juga membuka acara ini, Beliau juga memberikan rujukan beberapa pasien untuk dirawat di salah satu RS di Jakarta ( Mohon Maaf tidak Menyebutkan Nama RSnya ) untuk dirawat lebih lanjut, sedangkan kemungkinan pembiayaan ditanggung oleh WalKot.
Sekedar Informasi Bahwa pengobatan Gratis III & IV akan dilaksanakan di Desa Panjang dan Kertoharjo, keduanya dilaksanakan berurutan pada hari Minggu Mendatang.
lagi-lagi Almubarok memang sesuai maknanya, kebak berkah. kali ini AlMubarok diberi amanat oleh PCNU kota Pekalongan untuk melaksanakan progran pengobatan gratis yang dilaksanakan pada pekan depan tanggal 11 Januari 2009. Acara ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian NU kepada masyarakat terutama masyarakat kecil yang sering terkendala dalam masalah pengobatan.
Suatu hal yang yang biasa bila kita melihat fenomena ANTRI di negeri ini, dari mengantri minyak, antri di loket-loket pembayaran maupun antri ketika menerima BLT dll. namun antri yang satu ini bisa dibilang saru dan wagu. dikatakan saru dan wagu karna memang hal ini tidak selayaknya terjadi, Pasalnya tanggal 22-23 desember ini yang antri adalah guru-guru Madin, yang notabene adalah para kyai dan Asatidz yang biasanya duduk lesehan untuk mengajar agama. mereka mengantri untuk menerima dana kesejahteraan dari Pem.Kot pekalongan
tidak hanya antri yang terjadi disitu, tetapi juga harus sabar menunggu, mereka sudah mulai datang jam 08.00 WIB. sebagaimana yang tertera di surat edaran, namun pelayanan baru dimulai jam 10.30 WIB.